“Konteks” hal terpenting sebelum memvisualisasikan data

Saat ini visualisasi data dilihat oleh berbagai bidang ilmu sebagai salah satu alat komunikasi modern. Tujuan utama dari visualisasi data adalah untuk mengkomunikasikan informasi secara jelas dan efisien kepada audiens melalui grafik infomasi yang dipilih. Visualisasi yang efektif dapat membantu dalam menganalisa tentang data dan bukti, menampilkan info yang tersembunyi didalam data sehingga data yang kompleks menjadi mudah dipahami dan berguna.

Namun sebelum kita memulai melakukan visualisasi data, ada beberapa pertanyaan yang perlu untuk dijawab secara ringkas:

  1. Siapa yang akan menjadi audiens kita?
  2. Apa yang perlu untuk mereka ketahui atau lakukan?
  3. Bagaimana mempresentasikan visualisasi data tersebut?

Penting dalam memahami konteks situasional, termasuk penonton, bagaimana mekanisme komunikasi, dan intonasi yang diinginkan.

Ini mungkin terdengar berlawanan dengan intuisi (kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas). Seperti pemahaman yang muncul secara tiba-tiba datangnya dari luar kesadarankita. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku, makan telur dimalam hari, dan lain-lain.

Keberhasilan dalam memvisualisasikan data ternyata tidak dimulai dengan visualisasi data. Sebaliknya, sebelum kita mulai untuk membuat visualisasi data, perhatian dan waktu harus diberikan untuk memahami konteks kebutuhan dalam berkomunikasi. Kita akan mencoba berfokus pada pemahaman komponen penting dari konteks dan membahas beberapa strategi untuk membantu kita dalam menyiapkan kesuksesan dalam hal berkomunikasi secara visual dengan data.

Sebelum kita masuk ke konteks yang spesifik, ada satu perbedaan penting yang harus ditarik, antara menganalisis eksplorasi dan memberi penjelasan. Menganalisis eksplorasi merupakan hal yang kita lakukan untuk memahami data dan mencari tahu apa yang mungkin perlu diperhatikan atau menarik untuk disorot oleh orang lain. Saat kita bicara tentang melakukan menganalisis eksplorasi, itu seperti  berburu mutiara dalam kerang.

Kita mungkin harus membuka 100 kerang (menguji 100 hipotesis yang berbeda atau melihat data dalam 100 cara berbeda) untuk menemukan mungkin dua mutiara. Saat kita sedang mencoba mengomunikasikan analisis kita kepada audiens, kita benar-benar perlu berada di ruang penjelasan, artinya kita memiliki hal khusus yang ingin kita jelaskan, kisah spesifik yang ingin coba kita ceritakan yakni mungkin tentang dua mutiara itu.

Bahkan kita terlalu sering, membuat kesalahan dan berpikir tidak apa-apa untuk menunjukkan analisis eksplorasi (cukup tunjukkan semua data, seperti menunjukkan 100 kerang) padahal kita harus menunjukkan penjelasan (meluangkan waktu untuk mengubah data menjadi informasi yang dapat dikonsumsi oleh audiens, seperti dua mutiara).  Itu adalah kesalahan yang dapat dimengerti.  Setelah melakukan seluruh analisis, mungkin kita tergoda untuk ingin menunjukkan segalanya kepada audiens kita, sebagai bukti dari semua pekerjaan yang telah kita lakukan. Tahan rasa seperti ini.  Menunjukkan semua data kepada audiens membuat audiens kita membuka kembali semua kerang!  Berkonsentrasi pada mutiaranya, informasi yang perlu diketahui para pendengar.

Kita coba untuk selalu menganalisis penjelasan dan cara untuk mengkomunikasikan data.

Salam AB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s