5 CARA VISUALISASI DATA BERDASARKAN PROPORSI

sumber: freepik.com

Dengan semua opsi visualisasi, mungkin sulit untuk mengetahui grafik atau bagan apa yang paling sesuai dengan data Anda. Berikut, merupakan panduan untuk mempermudah keputusan Anda untuk satu jenis data tertentu yakni: proporsi .

Pada artikel kali ini saya mengutip tulisan dari Nathan yau, ahli statistik dan visualisasi data amerika yang berfokus mempresentasikan data untuk semua orang. Oke, berikut 5 cara visualisasi data berdasarkan proporsi.

1- Pie Chart

Pie chart atau yang biasa kita kenal dengan diagram lingkaran merupakan opsi yang tepat untuk memvisualisasikan proporsi sebuah data. Lingkaran mewakili kesuluruhan isi pada data, dan ukuran irisan mewakili presentase dari perbandingan nilai. Jika seluruh nilai digabungkan, nilai-nilai yang diwakili itu, harus berjumlah 100 persen. Perlu kita pahami penggunaan pie chart. Diagram lingkaran digunakan, jika Anda membandingkan beberapa nilai saja, misal tiga atau kurang dari itu. Itu digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan pie chart.

2- Donut Chart

Donut chart seperti yang terlihat dan terdengar. Yups, dia berbentuk donut, dan mungkin enak kalau dimakan. hehe. Tidak ya, yang dimaksud di sini adalah donut chart dalam penggunaan untuk visualisasi data. Donut chart merupakan saudara dari pie chart yang jarang digunakan. Donut chart mirip dengan pie chart, hanya terdapat lubang ditengahnya. Dalam buku Fundamentals of Data Visualization karya Claus O. Wilke yang diterbitkan O’Reilly Media, Inc. Pada pembahasan memvisualkan proporsi, donut chart tidak disebut. Itu menandakan penggunaan donut chart juga tidak terlalu efektif. Maka, jika Anda bertanya, kenapa software sehebat tableau tidak memberikan opsi yang mudah untk menampilkan donut chart?. Salah satu alasannya adalah penggunaan donut chart ternyata kurang efektif untuk perbandingan proporsi, jika dibandingkan dengan pie chart.

3- Stacked Area Chart

Stacked area chart merupakan opsi yang tepat jika Anda ingin menampilkan perubahan dari waktu ke waktu untuk beberapa variabel. Anda dapat menggunakannya untuk presentase, dimana vertikal selalu menambahkan hingga 100 persen. Stacked area chart menggunakan area untuk menyampaikan bilangan bulat, sehingga tidak berfungsi untuk nilai negatif. Secara keseluruhan, mereka berguna untuk membandingkan beberapa variabel yang berubah selama suatu interval.

4- Stacked Bar Chart

Jika Anda hanya memiliki beberapa titik waktu yang berbeda, Anda dapat menggunakan stacked bar chart dengan cara yang sama seperti Anda menggunakan stacked area chart. Anda juga dapat menggunakannya seperti Anda menggunakan diagram lingkaran, dan biasanya ini merupakan pilihan yang lebih baik karena ini bukan masalah persepsi sudut.

5- Treemap Chart

Sekarang kita membahas hal yang lebih canggih. Treemap menggunakan bidang persegi panjang untuk menunjukkan proporsi relatif. Ini berfungsi sangat baik jika data Anda memiliki struktur hierarki. Setiap cabang pohon diberi sebuah persegi panjang, yang kemudian diberi ubin dengan persegi panjang yang lebih kecil mewakili sub-cabangnya. Persegi panjang simpul daun memiliki luas yang sebanding dengan dimensi data yang ditentukan.

Baik, itu tadi pembahasan tentang 5 cara visualisasi data berdasarkan proporsi. Nantikan tulisan saya berikutnya. feel free to share and give new insight for all.

Semoga Bermanfaat

AB

Reference

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s